pendidikan untuk orang tua

anak adalah aset. tidak hanya bagi orang tua yang telah melahirkan tetapi juga bangsa, agama, dan orang disekelilingnya. jangan memaknai kata aset selalu dari sudut pandang materiil uang. bahwa anak suatu saat nanti adalah penerus nilai-nilai kebaikan yang saat ini kita perjuangkan adalah benar. menjadikan cita-cita pendahulunya dengan metoda berbeda sesuai dengan dinamika masyarakatnya. wajar karena memang anak termasuk dalam kategori aset bergerak layaknya kendaraan.
ada suatu fenomena menarik ketika kita berbicara mengenai strategi menyiapkan anak untuk masa depan yang lebih baik. beragam cara ditempuh oleh orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya. sejak playgroup hingga kuliah. terbaik, terdepan, teraktual itulah yang selalu diharapkan untuk sang buah hati. seakan komunitas pilihan mereka adalah lingkungan pas untuk menjadikan anak mereka bahagia. seolah-olah tidak siap untuk memiliki anak. saya katakan tidak siap karena pendidikan anak diserahkan kepada lembaga pendidikan. meskipun itu kredibel dan diakui oleh negara.
sekolah sebagai sarana pendidikan memang menjadi wadah komunitas sosial yang begitu populer diseluruh dunia. sekolah beserta turunannya, perguruan tinggi. akan tetapi kalau saya amati, sepertinya sekolah sudah menjadi TPA (tempat penitipan anak). hampir semua diserahkan kepada sekolah. jam 7 masuk sekolah, jam 2 pulang, jam 3 les sampai jam 5. hal ini sudah menjadi budaya terutama dikota-kota besar. ya, sekolah adalah tempat mendidik anak.
padahal sebetulnya idealnya pendidikan itu utamanya ada pada orang tua, itu tanggung jawab utama mereka selaku orang tua yang melahirkan. perilaku mereka sebenernya sangat terkait erat dengan orang-orang disekitarnya. lingkungan terdekat dengan frekuensi tinggi, itulah yang akan mempengaruhi mereka dimasa yg akan datang. sesholeh apapun perilaku dalam sebuah keluarga, tetapi bila tidak ditularkan ke anak dengan keteladanan maka tidak ada yang bisa menjamin bahwa anak itu akan sholeh juga. kalau lingkungannya berandal, maka dia akan jadi berandal.
inilah pentingnya orang tua dalam pendidikan anaknya. sebelum berbicara mengenai pendidikan anak, idealnya kita berbicara mengenai pendidikan orang tua. pendidikan tidak selalu berbicara mengenai domain pendidikan formal. attitude keluarga adalah salah satu contoh bentuk pendidikan keluarga. bagaimana mungkin kita mau melarang anak untuk tidak merokok sementara sang ayah dengan bebasnya merokok didepan anak. seorang ibu menyarankan anaknya untuk berkerudung dan menjaga pergaulan sementara ibunya berdanda menor tnapa mengenakan kerudung.
bisa diibaratkan anak itu copy orang tuanya meskipun tidak sepenuhnya. ada wilayah-wilayah yang hanya Allah swt berkuasa. bisa juga orang tuanya berandal anaknya sholeh. yang jelas domain gerak manusia adalah ikhtiar untuk menyiapkan anak sebagai titipan allah swt. bagaimana anak nanti dimasa depan kita serahkan pada allah setelah ikhtiar tentunya. tapi perlu diingat meskipun memasukkan anak ke dalam komunitas sekolah terbaik tergolong ikhtiar, hal itu belum cukup apabila kita tinggalkan tanpa evaluasi. karena bagiamanapun juga mereka adalah tanggung jawab orang tua.
bersiaplah untuk menjadi orang tua berpendidikan, berkarakter, bertaqwa!!!

0 Responses to “pendidikan untuk orang tua”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




SocialVibe