Pemilu 2009, transformation toward better Indonesia


Panggung demokrasi Indonesia bergaung kembali tahun 2009. Perhelatan besar dilaksanakan sebagai bagian dari proses demokrasi yang memang sudah selayaknya berlangsung. Sebuah pesta untuk menentukan arah kemudi bangsa dimasa-masa yang akan datang. Proses pendewasaan setelah meruntuhkan era gelap demokrasi penguasa tunggal. Hajatan yang terkenal dengan LUBER (langsung, umum, bebas, dan rahasia) sebagai asasnya. Pemilu 2009, transformasi menuju Indonesia yang adil dan sejahtera sesuai Undang-Undang Dasar 1945.

Sejak tahun 1955 ketika pertama kali pemilu diselenggarakan pertama kali, hingga saat ini tahun 2009, telah banyak perubahan dalam proses demokrasi Indonesia. Terlepas bahwa ternyata banyak cacat yang tidak bisa dilupakan dalam sejarah panjang negeri. Memang benar bahwa pemilu tidak bisa jadi tolak ukur maju atau mundurnya kualitas sebuah bangsa secara langsung. Akan tetapi siapa yang akan duduk sebagai perwakilan masyarakat adalah orang yang akan menentukan seperti apa wajah dan tingkah kita dimasa mendatang.

Salah satu ancaman ketika pemilu berlangsung adalah adanya kelompok-kelompok tertentu maupun perseorangan yang kurang aware untuk berpartisipasi dalam pemilu. Maksudnya adalah warga negara yang memiliki hak untuk memilih dan dipilih, terutama pemilih, tidak menggunakan semestinya. Biasa beredar dimasyarakat adalah GOLPUT (golongan putih). Alasan mereka beragam. Jauhnya jarak rumah ke TPS (tempat pemungutan suara), milih dan tidak sama aja nasib saya, kehilangan rizki, calon yang ada sama aja kotornya, hingga berdalih bahwa pemilu itu tidak diajarkan agama.

Kita lupakan semua alasan itu dan mencoba menjawab satu pertanyaan berikut dengan berpikir secara rasional dan proporsional. Bagaimana nasib bangsa ini, seandainya (semoga tidak) 90 % rakyat Indonesia yang memiliki hak pilih tidak berpartisipasi dalam pemilu? Padahal pemilu itu sendiri sudah disiapkan secara matang dengan menghabiskan dana triliunan rupiah, bertujuan untuk menghimpun wakil-wakil rakyat yang mau dan mampu bekerja untuk kemajuan bangsa dan negara.

Pejabat pemerintah juga manusia sehingga mereka punya sifat-sifat manusiawi yang melekat kuat. Seperti gila harta, haus kekuasaan, menggunakan kekuasaan untuk main perempuan, dan segudang ide untuk mengedepankan kepentingan pribadinya. Meskipun begitu, paling tidak mereka punya tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat. Saya yakin mereka masih memiliki rasa malu minimal untuk berbuat maksiat secara terang-terangan. Akan lebih berbahaya apabila negara kita nantinya tidak punya pemim-pin sama sekali. Ke kantor gak bisa, karena jalan raya tidak ada polisi yang mengatur lalu lintas. Aktivitas perekonomian lumpuh, pendidikan pun sama, perdagangan tidak berbeda kondisinya.

Pilih terbaik dari yang terburuk kalau memang harus seperti itu kondisinya. Sulit memang, untuk menilai bahwa si A lebih baik dari si B. Berikut ini beberapa tips dan trik untuk memilih calon anggota legislatif dan presiden pada pemilu tahun 2009 :

  1. Perhatikan partainya, kalau dalam partai tidak ada proses pengkaderan yang berjenjang sesuai tingkat pemahaman kader maka si calon hanya sotoy (sok tau) belaka.
  2. Amati perilaku sang calon, hal ini bukan satu hal mustahil karena si calon biasanya berasal dari dapil (daerah pemilihan) dimana dia berasal. Upayakan pilih caleg yang berjuang untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat termasuk Anda.
  3. Baca dan pahami programnya, jangan hanya tertipu dengan program murahan. Contoh, sekolah gratis dan kesehatan gratis. Pendidikan dan kesehatan gratis adalah program yang sudah mulai dicanangkan oleh pemerintah sejak lama.
  4. Evaluasi track record partainya saat menjabat sebagai anggota legislatif periode sebelumnya, jangan sampai Anda memilih partai dan caleg yang terbukti bermasalah pada saat menjabat periode sebelumnya.
  5. Perhatikan visi partai, pastikan Anda memilih parta yang memperjuangakan keadilan dan kesejahteraan demi terwujudnya Indonesia madani.
  6. Khusus untuk pemilu presiden. Pilih presiden yang kredibel, berwibawa, tegas, muslim taat, mampu memimpin dalam tekanan, hindari memilih capres yang suka menyalahkan kondisi pemerintahan yang sedang berjalan.

Setelah memperhatikan beberapa langkah aman guna memilih caleg sebuah partai, maka bersiaplah Anda menentukan pilihan serta pastikan Anda hadir pada tanggal 9 April 2009 untuk menyampaikan aspirasi Anda. Oh iya, perlu saya ingatkan bahwa pemilu kali ini bukan mencoblos tapi mencontreng. Berikut cara menyampaikan aspirasi Anda pada pemilu legislatif april 2009 :

  • Datanglah pada tempat pemungutan suara (TPS) sesuai yang tertera pada formulir A5 yang Anda terima dari KPPS (ketua panitia pemungutan suara) setempat.
  • Tunjukkan kartu suara dan formulir A5 Anda pada anggota PPS.
  • Anda diminta untuk menunggu sebentar guna memastikan bahwa nama Anda terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) di daerah dimana Anda tinggal.
  • Anda akan dipanggil oleh anggota PPS dan diberi 4 lembar kertas suara. DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD RI.
  • Anda dipersilakan untuk memasuki bilik suara.
  • INGAT, bukan coblos tetapi contreng/centang. Contrenglah salah satu caleg pilihan Anda pada namanya dan/atau nomornya dan/atau contrenglah partai pilihan Anda. Hindari mencontreng pada dua nama sekaligus meskipun satu partai, apalagi dua nama pada partai yang berbeda. Hal itu akan menyebabkan suara Anda tidak sah.
  • Dibolehkan mencontreng nama caleg dan partai, akan tetapi hanya berlaku hanya untuk satu partai. Apabila caleg dan partai yang Anda contreng tidak berada pada satu kolom partai yang sama maka suara Anda dianggap tidak sah.
  • Khusus untuk DPD RI, contreng salah satu foto calon anggota DPD RI.
  • Setelah selesai, lipat kertas suara seperti awal tadi kemudian masukkan kertas suara sesuai dengan kotak yang tersedia (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD RI). Akan ada 4 kotak suara untuk tiap TPS.
  • Celupkan jari kelingking Anda pada tinta yang sudah tersedia untuk menandai bahwa Anda telah berpartisipasi pada pemilu 2009.
  • Berdoalah, semoga caleg pilihan Anda membawa keadilan dan kesejahteraan tidak hanya bagi Anda tetapi juga bangsa dan negara RI.

2 Responses to “Pemilu 2009, transformation toward better Indonesia”


  1. 1 errick April 16, 2009 at 7:09 am

    wah iso bahasa inggris juga to kowe hehehe… (judule pake bahasa inggris, hebat2)

  2. 2 dithoap September 27, 2009 at 11:11 am

    wah mantab lah kau gung.. hahaha…. keren.


Leave a Reply




SocialVibe